Perbedaan Kinerja Adsorpsi Antara Saringan Molekuler dan Karbon Aktif
Jan 20, 2026
Karakteristik AdsorpsiSaringan MolekulerDalam kondisi perubahan tekanan yang bervariasi, alat ini dapat mencapai adsorpsi dan desorpsi siklik molekul gas dengan ukuran spesifik secara efisien. Alat ini mampu melakukan seleksi yang tepat di antara beberapa molekul gas, menangkap komponen target di bawah tekanan tinggi dan melepaskannya dengan cepat di bawah tekanan rendah. Dengan demikian, alat ini cocok untuk skenario seperti produksi nitrogen atau oksigen dengan kemurnian tinggi.Karbon Aktif: Merupakan adsorben fisik non-polar, cocok untuk mengadsorpsi senyawa organik volatil (misalnya, formaldehida), tetapi tidak dapat memisahkan gas campuran. Ketahanan Termal dan KompresiSaringan Molekuler: Struktur saringan ini tetap stabil pada suhu 200 - 300℃, dapat menahan perubahan tekanan yang sering terjadi, dan dapat didaur ulang untuk penggunaan jangka panjang.Karbon Aktif: Memiliki ketahanan panas yang baik tetapi kekuatan tekan yang buruk, dan rentan hancur di bawah tekanan tinggi. Ketahanan terhadap KontaminasiSaringan molekuler: Saringan ini rentan terhadap kontaminasi oleh air, uap minyak, sulfida, dan lain-lain. Kontaminasi yang parah akan menyebabkan kerusakan permanen pada saringan molekuler.Karbon Aktif: Karbon aktif sensitif terhadap minyak; begitu pori-porinya tersumbat, karbon aktif akan rusak dan sulit untuk diregenerasi. Skenario Aplikasi IntiSaringan Molekuler: Saringan ini merupakan inti dari teknologi adsorpsi ayunan tekanan (PSA) dan digunakan untuk pemisahan dan pemurnian gas.Karbon Aktif: Sebagian besar digunakan dalam proses pemurnian polutan akhir. Untuk informasi lebih lanjut mengenai saringan molekuler, silakan kunjungi www.carbon-cms.com.